Sabtu, 20 April 2013

FISIKA -- Pemantulan dan pembiasan Cahaya

 pembahasan kali ini kami akan mengangkat tema yang bberjudul pemantulan dan pembiasan cahaya 

Dalam pembahasan tentang pemantulan cahaya, terdapat seperangkat hukum-hukum pemantulan cahaya yang bekerja jika cahaya jatuh pada bidang pantul (misalnya: cermin). Berbicara tentang cermin, kita tentunya sudah sangat akrab dengan benda yang satu ini. Cermin dapat memantulkan sinar yang mengenainya dengan arah tertentu. Ini memerlukan sedikit keterampilan untuk mengarahkan berkas sinar ke tempat yang kita inginkan. Lantas, bagaimana berkas sinar itu dapat dipantulkan? Para ilmuwan menemukan hukum-hukum yang akan menolong mereka untuk memperkirakan bagaimana benda-benda akan berkelakuan. Hukum pemantulan cahaya juga memberikan penjelasan tentang bagaimana sinar-sinar cahaya dipantulkan pada sebuah cermin datar.

Jadi, apa itu hukum pemantulan cahaya? Hukum pemantulan cahaya terdiri dari dua rumusan pernyataan, yaitu:
  1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal bertemu pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar yang sama
  2. Sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r).
Pemantulan sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (tidak teratur). Jika berkas cahaya mengenai permukaan bahan-bahan seperti cermin, aluminium, baja maka semua sinar dipantulkan dalam arah yang sama. Ini disebabkan permukaan bahan yang halus (rata), ini masuk dalam peristiwa pamantulan baur. Sedangkan, jika cahaya jatuh pada permukaan yang tidak kasar atau tidak rata, maka cahaya tersebut akan dipantulkan dengan arah sembarang ke segala arah, sehingga terjadi peristiwa pemantulan baur atau diffus (tidak teratur). Peristiwa pemantulan cahaya berbeda-beda sifatnya tergantung dari bidang pantulnya. Bidang pantul yang umum dikaji dalam subtopik fisika adalah cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung (sifat pantulannya masing-masing akan kita bahas pada tulisan terpisah). 
Selain peristiwa pemantulan, cahaya juga dapat mengalami peristiwa pembiasan. Pembiasan ini dapat terjadi jika cahaya melalui dua medium yang berbeda. Pernahkah anda memperhatikan sendok dalam gelas berisi air yang tampak bengkok? Ini akibat dari adanya pembiasan cahaya. Dalam peristiwa pembiasan cahaya, terdapat beberapa hukum dasar yang bisa menjelaskan perilaku pembiasan cahaya, hukum ini ditemukan oleh Snellius Hukum pembiasan cahaya berbunyi:
  1. Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
  2. Jika sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat (n1 < n2), sinar akan dibelokkan mendekati garis normal; jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat (n1 > n2), sinar akan dibelokkan menjauhi garis normal.
Contoh peristiwa pembiasan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah:
  1. Pembengkokan pensil pada air
  2. Fatamorgana
  3. Kolam yang dalam akan tampak dangkal
terimakasih mudah2an bacaan ini dapat bermamfaat

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.