Teknik Uji-T Sampel Berhubungan (Paired Sample T-Test, correlated samples) 2016

1.    Pengertian Uji-T Sampel Berhubungan
Dalam proses belajar mengajar, seorang guru ataupun peneliti berharap terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik. Dari yang sebelumnya tidak dapat memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan membuat hingga dapat memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan membuat. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dapat menggunakan analisis Uji-T sampel berhubungan atau sering dikenal Paired Sample T-Test, correlatedsamples. Uji-T sampel berhungan adalah teknik analisis data (hasil belajar peserta didik) yang digunakan untuk menguji beda mean 2 sampel berpasangan (ada pretes dan ada postes) yang datanya interval/rasio.  
Sebelum menggunakan teknik analisis Uji-T sampel berhubungan, peneliti terlebih dahulu harus menguji normalitas distribusi dan homogenitas varians dari data tersebut. Jika data tersebut berdistribusi normal dan memiliki homogenitas yang sama (homoskedastisitas) maka dapat digunakan teknik analisis Uji-T sampel berhubungan. Dan sebaliknya jika data berdistribusi tidak normal atau tidak homogen (heterokedastisitas) maka tidak dapat menggunakan Uji-T, sebagai penggantinya adalah dengan menggunakan Sign test, Wilcoxon matched pairs, dan lain-lain.
2.    Analisis Uji-T sampel berhubungan
Ada sebuah kasus seperti berikut: Seorang guru mapel matematika berhipotesis bahwa skor nilai rata-rata mapel matematika yang akan diperoleh peserta didiknya jauh berbeda dari yang sebelumnya (sebelum diajar). Untuk membuktikan hipotesis tersebut, guru itu mengadakan tes (pre-tes) pada 30 siswa, dimana 30 siswa itu kemudian diajar selama 1 bulan. 1 bulan kemudian guru tersebut mengadakan tes lagi (post-tes) pada 30 siswa itu dan hasilnya ditunjukkan pada tabel 1 di bawah ini. Dengan taraf kesalahan 5% apakah hipotesis guru dapat diterima? (dengan catatan data berdistribusi normal dan homogen)
Tabel 1
No.
N-Pretes
N-Postes
1
63
65
2
75
75
3
60
75
4
76
85
5
63
85
6
78
80
7
88
85
8
73
70
9
58
85
10
68
85
11
73
90
12
75
70
13
68
85
14
85
75
15
68
75

a.          Hipotesis
a)   H0 : N-Pretest = N-Postes (Skor rata-rata hasil belajar tidak ada perbedaan.)
b)   H1 : N-Pretest  ≠ N-Postes (Skor rata-rata hasil belajar ada perbedaan.)
b.        Mengoperasikan SPSS
a)   Buka aplikasi SPSS yang antum miliki seperti pada uji normalitas dan homogenitas variansi, sehingga muncul tampilan seperti pada gambar 1 di bawah ini.
Gambar 1. Tampilan awal SPSS
b)    Klik variable view yang ada di pojok kiri bawah dari spss seperti pada ujinormalitas, sehingga akan muncul seperti gambar 2 di bawah ini.
Gambar 2. Variable view yang belum diisi
c)     Buatlah lapak dengan ketentuan seperti di bawah ini:
ü  Name: Isi dengan nama variable anda (terserah mau diberi nama apa saja biasanya dalam bentuk singkatan), dalam hal ini saya mengisinya dengan kata “NPretes” untuk baris 1 dan “NPostes” untuk baris 2.   
ü  Type: Pilih Numeric
ü  Width: Isi dengan angka “8”
ü  Decimal: Isi dengan angka “0”
ü  Label: Isi dengan kepanjangan dari name di atas, dalam hal ini saya mengisinya dengan “Nilai Pretes” untuk baris 1 dan “Nilai Postes” untuk baris 2.
ü  Value: pilih none
ü  Missing: Pilih none
ü  Columns: Isi dengan angka 8
ü  Align: Pilih right (terserah user)
ü  Measure: Pilih scale
Gambar 3 Tampilan varible view yang sudah di isi
d)    Kalau sudah selesai klik data view (sebelahnya variable view)
e)    Masukkan data nilai NPretes dan NPostes ke dalam kolom yang sudah disediakankan di spss dengan di ketik atau copas.
Gambar 4. Tampilan data view yang sudah di isi
f)      Klik menu analyze- pilih compare means pilih Independent-sample T test
Gambar 5. Langkah-langkah pengoperasian
g)    Akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini
Gambar 6. Kotak dialog paired sample T test
h)    Pindahkan semua variable (NPretes dan NPostes) ke kolom paired variabel dengan cara klik variable kemudian klik tanda panah yang mengarah ke paired variabel (è). Klik optionisikan 95% pada kolom convidence interval. Klik continue.
Gambar 7. Kotak dialog paired sample Ttes
i)      Klik ok
j)      Output
Gambar 8. Output
k)    Pengambilan keputusan
ü  Jika sig. lebih besar dari 0,05 maka terima H0 (N-Pretest = N-Postes)
ü  Jika sig. kurang dari 0,05 maka terima H1 (N-Pretest ≠ N-Postes)

3.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil hitung spss diperoleh t -2,656 df 14 dan signifikansi 0,019. Karen sig. (2-tailed) < 0,05 dengan demikian maka disimpulkan terima H1 yang berarti bahwa skor rata-rata hasil belajar mapel matematika sebelum dan sesudah diajar terdapat perbedaan yang signifikan.

Daftar Pustaka
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Ismed, Basuki dan Sudarmono. 2014. Pengujian Hipotesis (ppt 6 pengujian hipotesis). Surabaya
Hasan, Iqbal. 1999. Pokok-poko Materi Statistik . Jakarta: PT. Bumi Aksara
Hanafiah, Kemas Ali. 2010. Dasar-dasar Statistika : aneka bidang ilmu pertanian dan hayati. Jakarta:   Rajawali Pers
Hamang, Abdul. 2005. Metode Statistika. Yogyakarta: Graha Ilmu

Komentar